Kerugian Jika Sayang Berlebihan
Seringkali hubungan
kamu dan pasangan terasa berat sebelah. Karena banyaknya investasi yang kamu berikan kamu menjadi sangat sayang sama pasangan, padahal pasanganmu belum
tentu melakukan hal yang sama. kamu rela melakukan apa pun yang dia sukai, agan
mau membelikan apa pun yang pasanganmu inginkan. Segala hal kamu berikan
untuknya, tetapi dia tak pernah seperti itu. Padahal kamu tahu bahwa semakin
berinvestasi maka semakin dalam rasa sayang kamu ke pasangan. Hal ini jelas
salah, mengapa? Karena ada banyak kerugian jika kamu terlalu sayang padanya.
Apa saja itu?
Langsung aja ke TKP
Kerugian Jika Sayang Berlebihan Pada Sang Pacar
1. Memberikan Apa pun
Langsung aja ke TKP
Kerugian Jika Sayang Berlebihan Pada Sang Pacar
1. Memberikan Apa pun
Percaya deh saat
kamu merasa jatuh cinta sama pasangan secara berlebihan pasti kamu akan
memberikan apa pun, entah materi, waktu, tenaga, bahkan selalu ada 24 jam siap
mendengarkan celotehannya. Asal dia senang maka kamu akan memenuhi semua
permintaannya. Meskipun kamu merasa keberatan, karena alasan sayang kamu
seringkali akhirnya ngalah dan menuruti apa maunya.
2. Berusaha Memahami Jalan Pikirannya
2. Berusaha Memahami Jalan Pikirannya
Kemampuan dan kecerdasan setiap orang berbeda-beda. Selama ini kamu paling tak mengerti tentang fashion karena sebagai pria kamu enggak terlalu paham dengan hal itu. Namun, pasanganmu hampir setiap hari membahas istilah-istilah fashion yang sama sekali kamu enggak ngerti. Karena saking sayangnya akhirnya kamu mulai googling apa yang dia maksud dan akhirnya tetap saja kamu menyerah karena enggak mengerti. Padahal kan kamu bisa menyetop omongan dia yang itu-itu aja dan mengganti obrolan lain yang bisa kalian pahami. Saking sayangnya, kamu jadi enggak enak untuk membahas yang lain.
3. Lebih Khawatir
Biasanya nih
saat kamu sayang berlebihan ke pasangan kamu, kamu jadi lebih khawatir. Maka
tak ayal, menelepon dia untuk menanyakan dia lagi di mana dan sedang apa adalah
hal yang wajar meskipun sejam yang lalu kamu sudah menghubunginya. Apalagi jika
si dia tak ada kabar sama sekali. Kamu langsung khawatir apakah dia sudah
makan? Bagaimana meeting hari ini dan sebagainya. Padahal kamu sadari bahwa selama
ini pasangan tak pernah melakukan hal yang sama. Buktinya saat kamu pulang
malam dan tak ada yang jemput dia enggak sekalipun menghubungi kamu atau niat
menjemput kamu.
4. Dia Adalah Prioritasmu
4. Dia Adalah Prioritasmu
Seperti amoeba, kamu rela membelah diri kamu untuk selalu memprioritaskan dia dalam hidupmu. Mau seletih atau sesibuk apa pun kamu, tetap saja tak bisa menolak jika dia minta dijemput atau diantar. Semua jam kamu curahkan untuk dia. Kamu rela aja meninggalkan pekerjaan yang sedang dikejar deadline hanya untuk menjemput dia di saat masih banyak taksi yang bisa mengantar dia ke rumah. Pokoknya asal dia senang, kamu enggak peduli dengan urusan kamu sendiri. Yang lebih nahas, ketika kamu selalu mendahulukan dia, saat kamu minta tolong keseringan tak ditanggapi olehnya.
5. Kamu Lupa Akan Prinsipmu
“Pentingkah Punya Prinsip Memilih Pasangan” dijelaskan bahwa pentingnya sebuah prinsip atau standar dalam memilih pasangan. Namun, mereka yang memiliki rasa sayang berlebih cenderung untuk melupakan standarnya—entah yang baru PDKT atau sudah jadian. Jika dulu kamu selalu cari pasangan yang bisa menghargai usahamu, sekarang kamu enggak masalah jika si dia selalu protes jika kamu melakukan hal salah untuknya. Jika dulu kamu sangat anti dengan pria atau wanita perokok, sekarang kamu jadi tak masalah mendapatkan pasangan yang seperti itu. Habis, kepalang sayang, sih.
6. Selalu Mengalah
Sekali dua kali mengalah dan meminta maaf agar hubungan tak ribut terus sih enggak masalah. Namun, karena saking sayangnya kamu jadi sering mengalah, enggak peduli jika masalah yang timbul akibat ulah dia. Misalnya di suatu kondisi kamu dan pasangan ribut besar yang sebenarnya salah pasangan kamu. Berhubung si dia sangat egois dan semena-mena, kamu membiarkan dia yang sayangnya dia semakin berulah. Berharap si dia meminta maaf, sayangnya pasangan kamu pintar membolak-balikan masalah sehingga terkesan kamu yang salah—terpaksa deh akhirnya kamu mengiba-iba dimaafkan untuk hal yang tak kamu lakukan.
7. Sering Memaklumi
Tak hanya berubah menjadi orang yang sangat pemaaf saat pasangan melakukan salah, seringkali kamu juga memaklumi kesalahan yang sering dia lakukan. Misalnya pasangan sering tak ada kabar hingga satu minggu, hilang bak ditelan bumi—tak ada telepon, BBM, atau mention. Namun, begitu menghubungi kamu seminggu kemudian, bukannya meminta maaf dia malah bersikap seolah tak ada apa-apa. Kamu jadi memaklumi, Oh mungkin dia kemarin sibuk dan ada masalah¸hingga sebulan kemudian dia melakukan hal yang sama. Belum lagi jika dia berubah menjadi orang yang kasar, baik verbal maupun fisik. Saking sayangnya, kamu jadi memaklumi dan menganggap bahwa kamulah pihak yang salah.
8. Susah Move On nya
kalau pacaran itu ya pacaran aja, kalau sayang sih sayang aja..karena itu semua pasti ada batas dan takarannya gan. kamu bakalan ngalamin yang namanya susah tidur, susah nafas, susah boker dan yang lebih parahnya lagi susah moveon!
kamu bakalan terbayang-bayang terus oleh bayang-bayang mantan, sedangkan mantan kamu sendiri udah hilang entah kemana.
Segala sesuatu yang berlebihan pasti akan berakibat tidak baik, begitu juga dalam cinta. Jika kamu terlalu berlebihan dalam mencintai kekasih ini akan membawa dampak buruk pada hidup kamu. Jadi, batasi rasa cinta kamu dalam tahap wajar.
Mencintai seseorang terlalu berlebihan itu akan membawa efek negatif. Jika efek negatif ini terjadi sama kamu maka hidupmu akan hancur. Makanya kamu harus bisa menjaga cinta dibatas wajar jangan berlebihan Thanks : Kaskus
Baca Juga
Komentar
Posting Komentar